Dalam warehouse, barang tidak hanya disimpan.
Barang datang, dipindahkan ke lokasi penyimpanan, diambil ketika ada order, dibawa ke
packing, kemudian dipindahkan lagi ke area outbound.
Semua aktivitas tersebut termasuk bagian
dari material handling.
Material handling mencakup aktivitas memindahkan, menyimpan,
melindungi, dan mengendalikan material selama berada di dalam fasilitas. Karena terjadi berulang
kali, proses ini dapat
memberikan pengaruh besar terhadap efisiensi warehouse.
Kenapa Material
Handling Penting?
Bayangkan operator
harus berjalan puluhan
kali dalam satu shift hanya untuk memindahkan barang dari satu area ke area lain.
Satu aktivitas
mungkin terlihat kecil. Namun ketika dilakukan ratusan
atau ribuan kali, waktu dan tenaga yang digunakan bisa menjadi
signifikan.
Material handling
yang tidak efisien
dapat menyebabkan:
●
waktu picking
lebih lama
●
operator terlalu
banyak berjalan
●
bottleneck antararea
●
risiko kerusakan
barang
●
penggunaan ruang yang kurang optimal
●
proses outbound
menjadi lebih lambat
Karena itu, warehouse modern
mulai mengoptimalkan bagaimana barang bergerak di dalam
fasilitas.
Teknologi yang Digunakan dalam
Material Handling
1. Conveyor
Conveyor
membantu memindahkan barang secara otomatis
dari satu titik ke titik lain.
2. Forklift
Forklift masih
menjadi salah satu equipment penting
untuk memindahkan pallet
dan material berukuran besar.
3. Automated Guided Vehicle
(AGV)
AGV dapat digunakan untuk memindahkan material
secara otomatis mengikuti
jalur yang telah ditentukan.
4. Autonomous Mobile Robot
(AMR)
AMR dapat membantu membawa
barang atau material
secara autonomous dan lebih fleksibel dibandingkan sistem transportasi
yang mengikuti jalur tetap.
5. Automated Storage and Retrieval System
AS/RS menggabungkan storage dengan automated retrieval sehingga proses
menyimpan dan mengambil
barang dapat dilakukan dengan lebih terstruktur.
Material Handling dan Warehouse Automation
Material handling
menjadi salah satu area yang paling banyak
mendapatkan manfaat dari automation.
Namun automation bukan berarti semua
pekerjaan manusia harus digantikan.
Tujuannya bisa
lebih sederhana: mengurangi aktivitas manual yang repetitif, memperpendek
perjalanan operator, mempercepat perpindahan barang, dan membuat proses
lebih konsisten.
Teknologi seperti
conveyor, AMR, AGV, dan automated storage dapat dikombinasikan dengan software seperti WMS untuk menghubungkan aktivitas fisik
dengan data warehouse.
Mulai dari Masalah, Bukan Teknologi
Tidak semua warehouse membutuhkan robot.
Sebelum membeli
material handling equipment, perusahaan perlu mengetahui bottleneck yang sebenarnya.
Apakah operator
terlalu banyak berjalan? Apakah proses picking terlalu
lama?
Apakah barang sering salah lokasi?
Apakah area receiving
dan outbound sering
mengalami penumpukan?
Jawaban dari pertanyaan tersebut dapat menentukan teknologi yang paling
relevan.
Di sisi software,
Linknau WMS membantu bisnis mengelola inventory
dan proses warehouse secara lebih terstruktur. Dengan
data warehouse yang lebih rapi, perusahaan dapat lebih mudah mengidentifikasi
proses mana yang perlu dioptimalkan atau diotomatisasi berikutnya.
