Shipping Automation: 7 Cara Mengurangi Proses Manual Pengiriman

October 15, 2026
Shipping automation dan otomatisasi proses pengiriman bisnis

Semakin banyak order, semakin banyak juga pekerjaan yang harus dilakukan sebelum paket sampai ke customer.

Cek order. Pilih kurir. Cek ongkir. Input alamat. Buat resi. Cetak label. Update status. Cek tracking.

Kalau semuanya dilakukan satu per satu, proses pengiriman bisa menjadi bottleneck ketika volume order meningkat.

Di sinilah shipping automation dapat membantu.


Apa Itu Shipping Automation?

Shipping automation adalah penggunaan software dan integrasi sistem untuk mengotomatisasi berbagai proses dalam aktivitas pengiriman.

Tujuannya bukan hanya membuat pengiriman lebih cepat, tetapi juga mengurangi pekerjaan manual dan risiko human error.

 

Proses Pengiriman yang Bisa Diotomatisasi

1.  Order Processing

 

Order dari berbagai channel dapat dikumpulkan dan diproses melalui satu sistem sehingga tim tidak perlu memindahkan data secara manual berulang kali.

2.  Shipping Rate Calculation

 

Sistem dapat membantu menghitung atau membandingkan pilihan biaya pengiriman berdasarkan data order.

3.  Pemilihan Kurir

 

Bisnis yang menggunakan beberapa ekspedisi dapat menentukan pilihan pengiriman berdasarkan area, layanan, harga, atau kebutuhan lainnya.

4.  Pembuatan Resi

 

Data order dapat digunakan untuk membantu proses pembuatan shipping label dan resi tanpa input ulang.

5.  Tracking

 

Status pengiriman dapat dipantau dari satu sistem tanpa harus mengecek setiap kurir secara terpisah.

6.  Order Update

 

Status order dapat diperbarui berdasarkan perkembangan proses pengiriman sehingga customer service dan tim operasional memiliki informasi yang lebih konsisten.

7.  Integrasi dengan Sistem Lain

 

Shipping automation dapat dihubungkan dengan website, marketplace, ERP, WMS, atau sistem bisnis lainnya menggunakan API.

 

Shipping Automation Bukan Hanya untuk Bisnis Besar


Banyak bisnis mulai memikirkan automation ketika order sudah mencapai ribuan. Padahal, masalahnya sering kali bukan hanya jumlah order.

Misalnya sebuah bisnis hanya memiliki ratusan order per hari tetapi menggunakan beberapa channel penjualan dan beberapa ekspedisi. Jika data masih dipindahkan secara manual, kompleksitasnya tetap tinggi.

Karena itu, indikator kebutuhan automation bukan hanya “berapa banyak order?”

 

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

 

“Berapa banyak proses manual yang harus dilakukan untuk menyelesaikan satu order?”

 

Shipping Automation dan Open API

Open API dapat menjadi salah satu komponen penting dalam shipping automation.

 

Dengan API, sistem bisnis dapat terhubung dengan sistem logistik sehingga data tidak harus terus-menerus dipindahkan secara manual.

Misalnya:

 

Website → Order → Sistem Logistik → Kurir → Tracking

 

Ketika sistem-sistem tersebut terhubung, proses dapat berjalan lebih otomatis dan data dapat mengalir antarplatform.

Bagi bisnis dengan volume order yang terus bertumbuh, otomatisasi seperti ini dapat membantu tim fokus pada operasional yang lebih penting daripada pekerjaan input data berulang.

Linknau menyediakan ekosistem solusi logistik yang dapat membantu bisnis mengelola pengiriman multi-kurir sekaligus menghubungkan kebutuhan integrasi melalui Open API. Dengan shipping automation, bisnis dapat mengurangi kompleksitas proses pengiriman tanpa harus menambah pekerjaan manual seiring bertambahnya order.

 

Request Demo

Consult your logistics needs with us

Need logistics services, warehouse management, or product transportation?

Start Your Transformation

Fill in your details, and our consulting team will contact you shortly.

Loading form...
Hubungi Kami :
WhatsApp
Contact Us