Biaya Logistik Indonesia Ditargetkan Turun ke 10%: Apa Dampaknya bagi Bisnis?

October 2, 2026
Biaya logistik Indonesia dan efisiensi logistik bisnis

Biaya logistik kembali menjadi perhatian pemerintah.

 

Pada 23 September 2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan target untuk menekan biaya logistik nasional hingga 10%. Saat ini, biaya logistik Indonesia disebut masih berada di kisaran 14%.


Target tersebut menunjukkan bahwa efisiensi logistik masih menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia.

Tapi bagi perusahaan, apa artinya?

 

Biaya Logistik Bukan Hanya Soal Ongkir

Ketika membicarakan biaya logistik, banyak bisnis langsung memikirkan harga pengiriman. Padahal, biaya logistik juga dapat muncul dari berbagai aktivitas lain, seperti:

●          transportasi

●          warehouse

●          penyimpanan inventory

●          picking dan packing

●          tenaga kerja

●          pengelolaan order

●          retur

●          proses administrasi

●          biaya akibat kesalahan operasional

 

Artinya, menekan biaya logistik tidak selalu berarti mencari kurir dengan tarif paling murah. Bisnis juga perlu melihat seberapa efisien seluruh proses logistiknya.

Kenapa Efisiensi Logistik Penting untuk Bisnis?

Misalnya sebuah bisnis memiliki ribuan pengiriman setiap bulan.

 

Selisih biaya beberapa ribu rupiah per order mungkin terlihat kecil. Tetapi jika dikalikan dengan ribuan order, dampaknya terhadap operational cost bisa menjadi signifikan.

Karena itu, perusahaan perlu mulai melihat biaya logistik berdasarkan data. Berapa biaya rata-rata per pengiriman?

Kurir mana yang paling efisien untuk area tertentu? Berapa banyak order yang membutuhkan proses manual?

Berapa biaya yang muncul akibat kesalahan picking atau alamat?

 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membantu bisnis menemukan bagian mana yang sebenarnya membuat biaya logistik menjadi tinggi.

 

Digitalisasi Bisa Membantu Mengurangi Inefisiensi


Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi adalah mengurangi proses manual yang tidak perlu.

Dengan sistem digital, bisnis dapat mengelola data order, memilih opsi pengiriman, melakukan tracking, dan memantau proses logistik secara lebih terstruktur.

Untuk warehouse, sistem seperti WMS dapat membantu mengelola inventory dan aktivitas dari receiving hingga outbound secara lebih terintegrasi. Sementara pada sisi pengiriman, platform multi-kurir dapat membantu bisnis membandingkan dan mengelola berbagai pilihan pengiriman dalam satu sistem.

Dengan demikian, perusahaan tidak hanya fokus pada “berapa harga ongkirnya?”, tetapi juga “berapa biaya sebenarnya untuk memproses satu order sampai selesai?”

 

Efisiensi Logistik Dimulai dari Data

Target pemerintah untuk menurunkan biaya logistik nasional dari sekitar 14% menjadi 10% merupakan target di level nasional.

Di level perusahaan, langkahnya bisa dimulai dari hal yang lebih sederhana: mengetahui ke mana biaya logistik sebenarnya pergi.

Semakin jelas data order, inventory, warehouse, dan pengiriman, semakin mudah perusahaan menemukan proses yang masih boros.

Linknau membantu bisnis mengelola proses logistik secara lebih terintegrasi, mulai dari warehouse management hingga pengelolaan pengiriman multi-kurir. Dengan sistem yang lebih terhubung, bisnis dapat mengurangi proses manual dan membuat keputusan logistik berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.

Jadwalkan Demo

Konsultasikan kebutuhan logistik anda bersama kami

Butuh layanan logistik, management gudang, transportasi produk anda?

Mulai Transformasi Anda

Lengkapi data diri Anda, dan tim konsultan kami akan segera menghubungi Anda.

Memuat formulir...
Hubungi Kami :
WhatsApp
Contact Us