Biaya logistik
kembali menjadi perhatian pemerintah.
Pada 23 September
2026, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan target untuk menekan
biaya logistik nasional
hingga 10%. Saat ini, biaya logistik Indonesia disebut masih berada di
kisaran 14%.
Target tersebut
menunjukkan bahwa efisiensi logistik masih menjadi
bagian penting dalam meningkatkan daya saing ekonomi
Indonesia.
Tapi bagi perusahaan, apa artinya?
Biaya Logistik Bukan Hanya Soal Ongkir
Ketika membicarakan biaya logistik, banyak
bisnis langsung memikirkan harga pengiriman.
Padahal, biaya logistik juga dapat muncul dari berbagai aktivitas lain,
seperti:
●
transportasi
●
warehouse
●
penyimpanan inventory
●
picking dan packing
●
tenaga kerja
●
pengelolaan order
●
retur
●
proses administrasi
●
biaya akibat
kesalahan operasional
Artinya, menekan
biaya logistik tidak selalu berarti
mencari kurir dengan tarif paling murah.
Bisnis juga perlu melihat seberapa efisien seluruh proses logistiknya.
Kenapa Efisiensi Logistik
Penting untuk Bisnis?
Misalnya sebuah
bisnis memiliki ribuan
pengiriman setiap bulan.
Selisih biaya beberapa ribu rupiah per order mungkin
terlihat kecil. Tetapi jika dikalikan
dengan ribuan order, dampaknya terhadap operational cost bisa menjadi
signifikan.
Karena itu, perusahaan perlu
mulai melihat biaya
logistik berdasarkan data. Berapa biaya rata-rata per
pengiriman?
Kurir mana yang paling efisien untuk area tertentu? Berapa banyak
order yang membutuhkan proses manual?
Berapa biaya yang muncul akibat kesalahan picking
atau alamat?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut
membantu bisnis menemukan
bagian mana yang sebenarnya
membuat biaya logistik menjadi tinggi.
Digitalisasi Bisa Membantu
Mengurangi Inefisiensi
Salah satu cara untuk meningkatkan efisiensi
adalah mengurangi proses manual yang tidak
perlu.
Dengan sistem digital, bisnis dapat mengelola
data order, memilih
opsi pengiriman, melakukan tracking, dan memantau proses
logistik secara lebih terstruktur.
Untuk warehouse, sistem seperti WMS dapat membantu
mengelola inventory dan aktivitas dari receiving hingga outbound secara
lebih terintegrasi. Sementara pada sisi pengiriman, platform multi-kurir dapat
membantu bisnis membandingkan dan mengelola berbagai
pilihan pengiriman dalam satu
sistem.
Dengan demikian, perusahaan tidak hanya
fokus pada “berapa harga ongkirnya?”, tetapi juga “berapa biaya sebenarnya untuk memproses satu order sampai
selesai?”
Efisiensi Logistik
Dimulai dari Data
Target pemerintah untuk menurunkan biaya
logistik nasional dari sekitar 14% menjadi 10% merupakan target di level nasional.
Di level perusahaan, langkahnya bisa dimulai dari hal yang lebih sederhana: mengetahui ke mana
biaya logistik sebenarnya pergi.
Semakin jelas data order, inventory, warehouse, dan pengiriman, semakin
mudah perusahaan menemukan
proses yang masih boros.
Linknau membantu bisnis mengelola proses logistik secara lebih terintegrasi,
mulai dari warehouse management hingga
pengelolaan pengiriman multi-kurir. Dengan sistem yang lebih
terhubung, bisnis dapat mengurangi proses manual dan membuat keputusan logistik
berdasarkan data, bukan sekadar perkiraan.
