Bisnis e-commerce selalu mencari cara untuk menjadi
lebih efisien.
Memproses lebih banyak order dengan biaya yang lebih rendah tentu menjadi
tujuan yang masuk akal.
Tetapi ada satu hal yang tidak
boleh dikorbankan dalam
proses tersebut: customer experience.
Pengiriman yang lebih murah tetapi terlalu lama, proses fulfillment
yang efisien tetapi sering salah, atau sistem
yang menghemat biaya
tetapi membuat customer
kesulitan mendapatkan
informasi order justru dapat merugikan bisnis dalam jangka panjang.
Jadi, bagaimana bisnis bisa menjadi
lebih efisien tanpa
membuat customer experience menurun?
Efisiensi Tidak Harus Berarti
Mengurangi Layanan
Kesalahan yang sering terjadi
adalah menganggap efisiensi
berarti memilih opsi paling murah.
Padahal, efisiensi sebenarnya adalah mendapatkan hasil
terbaik dengan sumber
daya yang tersedia.
Dalam logistik, misalnya, memilih layanan pengiriman termurah belum tentu
menjadi pilihan paling
efisien.
Jika pengiriman terlalu
lama dan customer
akhirnya kecewa, bisnis
mungkin menghemat biaya shipping tetapi kehilangan
kesempatan mendapatkan repeat order.
Karena itu, bisnis perlu melihat cost dan customer experience secara bersamaan.
Pastikan Inventory Akurat
Customer experience sering kali dimulai
jauh sebelum paket dikirim.
Jika website menunjukkan produk tersedia tetapi
ternyata stok sebenarnya habis, customer bisa melakukan order yang akhirnya tidak
dapat dipenuhi.
Situasi seperti
ini dapat menyebabkan pembatalan order, refund,
dan pengalaman yang buruk.
Inventory yang akurat
membantu bisnis memastikan informasi ketersediaan produk
lebih dapat diandalkan.
Semakin banyak channel
penjualan yang digunakan, semakin penting pula sinkronisasi
inventory.
Optimalkan Proses Fulfillment
Setelah customer
melakukan order, proses
berikutnya adalah fulfillment.
Barang
harus ditemukan, dipicking, dipacking, dan diserahkan kepada pihak pengiriman.
Jika proses tersebut masih banyak dilakukan
secara manual, peningkatan volume order dapat dengan cepat membuat tim kewalahan.
Warehouse Management System (WMS) membantu
mengatur proses tersebut
secara lebih terstruktur.
Dengan informasi lokasi barang yang lebih akurat dan workflow yang
jelas, tim dapat memproses order dengan
lebih cepat tanpa
harus menambah kompleksitas secara berlebihan.
Berikan Pilihan
Pengiriman yang Lebih Fleksibel
Tidak semua customer
memiliki prioritas yang sama.
Ada yang membutuhkan barang secepat mungkin.
Ada juga yang lebih
memilih biaya pengiriman yang lebih rendah.
Karena itu, memberikan pilihan layanan pengiriman dapat menjadi bagian
dari customer experience.
Bisnis juga dapat memilih
layanan berdasarkan tujuan,
jenis barang, biaya,
dan kebutuhan waktu
pengiriman.
Dengan logistics aggregator, berbagai
layanan kurir dapat
dikelola melalui satu platform
sehingga bisnis tidak harus mengelola setiap layanan secara terpisah.
Tracking Juga Bagian
dari Customer Experience
Setelah paket
meninggalkan warehouse, customer
masih ingin tahu satu hal:
"Pesanan saya sudah sampai
mana?"
Tracking yang mudah diakses dapat mengurangi ketidakpastian dan kebutuhan customer
untuk menghubungi customer service.
Bagi bisnis,
sistem tracking terpusat
juga membuat tim lebih mudah memantau status pengiriman tanpa harus
berpindah-pindah platform.
Ini adalah contoh
sederhana bagaimana efisiensi internal dapat sekaligus meningkatkan customer experience.
Gunakan Teknologi untuk Mengurangi
Pekerjaan yang Tidak Perlu Semakin besar bisnis, semakin
banyak pekerjaan administratif yang muncul. Input
order.
Update inventory. Cek ongkir.
Tracking shipment. Rekap laporan.
Jika semua
dilakukan secara manual,
tim akan menghabiskan banyak waktu untuk
pekerjaan yang sebenarnya dapat diotomatisasi.
Teknologi tidak harus menggantikan manusia.
Justru, teknologi dapat
membantu tim mengurangi pekerjaan repetitif sehingga
mereka dapat lebih fokus pada
aktivitas yang membutuhkan keputusan dan perhatian manusia.
Efisiensi yang Baik Terasa
di Dua Sisi
Customer mungkin
tidak pernah melihat
sistem warehouse yang digunakan sebuah perusahaan.
Mereka tidak
tahu berapa banyak
dashboard yang digunakan tim operasional.
Tetapi mereka akan merasakan hasilnya.
Apakah produk
tersedia ketika mereka
ingin membeli? Apakah order
diproses dengan cepat?
Apakah pengiriman sesuai ekspektasi?
Apakah mereka dapat mengetahui status
pesanan dengan mudah?
Jika jawabannya iya, berarti efisiensi internal berhasil diterjemahkan menjadi customer
experience yang lebih baik.
Linknau membantu bisnis
mengelola ekosistem logistik
melalui Logistics Aggregator, WMS, dan TMS dalam satu platform.
Mulai dari pengelolaan inventory dan warehouse hingga
proses pengiriman, Linknau
membantu bisnis membangun operasional yang lebih terintegrasi sehingga efisiensi
tidak harus datang dengan mengorbankan pengalaman customer.
Karena pada akhirnya, efisiensi terbaik adalah ketika
bisnis bekerja lebih
ringan, sementara customer
justru mendapatkan pengalaman yang lebih baik.
