Cara Menghitung Biaya Logistik Bisnis agar Tidak Menggerus Profit

September 17, 2026
Cara menghitung biaya logistik bisnis agar tidak menggerus profit

ARTIKEL — SIAP PUBLISH Ketika membahas biaya logistik, banyak bisnis hanya melihat satu angka: ongkir. Padahal, biaya logistik terdiri dari lebih banyak komponen. Ada biaya penyimpanan, tenaga kerja, packaging, transportasi, hingga biaya yang muncul akibat proses operasional yang tidak efisien. Tanpa perhitungan yang jelas, bisnis bisa saja merasa pengirimannya murah tetapi sebenarnya mengeluarkan biaya operasional yang cukup besar. Apa Saja yang Termasuk Biaya Logistik? Secara sederhana, biaya logistik dapat mencakup beberapa komponen seperti:

● Biaya pengiriman atau transportasi

● Biaya penyimpanan barang

● Biaya tenaga kerja

● Biaya packaging

● Biaya handling

● Biaya retur atau pengiriman ulang

● Biaya operasional sistem dan administrasi Tidak semua bisnis memiliki komponen biaya yang sama. Namun, memahami seluruh biaya yang muncul akan memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai efisiensi logistik.

Bagaimana Cara Menghitung Biaya Logistik?

Salah satu cara sederhana adalah menjumlahkan seluruh biaya logistik dalam periode tertentu, kemudian membandingkannya dengan jumlah order atau nilai penjualan. Misalnya, dalam satu bulan bisnis mengeluarkan:

Biaya pengiriman: Rp15 juta Packaging: Rp3 juta Warehouse: Rp5 juta Tenaga kerja: Rp7 juta Biaya lainnya: Rp2 juta Total biaya logistik: Rp15 juta + Rp3 juta + Rp5 juta + Rp7 juta + Rp2 juta = Rp32 juta

Angka tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan jumlah order atau revenue untuk melihat seberapa besar biaya logistik berkontribusi terhadap operasional bisnis. Jangan Hanya Melihat Total Biaya Total biaya memang penting, tetapi bisnis juga perlu melihat biaya logistik per order. Misalnya, total biaya logistik bulan ini Rp32 juta dengan 4.000 order. Maka: Rp32.000.000 ÷ 4.000 = Rp8.000 per order Dari sini bisnis bisa mulai membandingkan performa antarperiode. Jika jumlah order meningkat tetapi biaya per order justru turun, berarti ada peningkatan efisiensi. Sebaliknya, jika order naik tetapi biaya per order ikut melonjak, ada proses yang perlu diperiksa.

Cari Tahu Biaya Mana yang Paling Banyak Menggerus Margin Setelah mengetahui total biaya, langkah berikutnya adalah mencari sumber pengeluaran terbesar. Apakah berasal dari ongkir? Penyimpanan? Tenaga kerja? Packaging? Atau justru banyak biaya tersembunyi akibat proses manual? Contohnya, bisnis mungkin berhasil mendapatkan tarif pengiriman yang murah, tetapi membutuhkan banyak waktu untuk mengelola order karena menggunakan beberapa platform secara terpisah. Artinya, mengurangi biaya logistik tidak selalu berarti mencari harga paling murah. Yang perlu dicari adalah proses dengan total biaya paling efisien. Gunakan Data untuk Mengambil Keputusan Logistik Semakin besar bisnis, semakin sulit mengandalkan perkiraan. Data pengiriman dapat membantu bisnis melihat pola biaya berdasarkan tujuan, kurir, jumlah order, maupun periode tertentu. Dengan informasi tersebut, bisnis dapat menentukan pilihan kurir, mengevaluasi biaya pengiriman, dan menemukan bagian operasional yang masih bisa dioptimalkan. Linknau membantu bisnis mengelola proses pengiriman dari berbagai pilihan kurir dalam satu platform. Dengan proses yang lebih terpusat, bisnis dapat mengurangi pekerjaan manual sekaligus memiliki pengelolaan logistik yang lebih terstruktur. Karena biaya logistik yang sehat bukan hanya tentang mengeluarkan lebih sedikit, tetapi memastikan setiap biaya memberikan nilai yang sepadan untuk bisnis.

Jadwalkan Demo

Konsultasikan kebutuhan logistik anda bersama kami

Butuh layanan logistik, management gudang, transportasi produk anda?

Mulai Transformasi Anda

Lengkapi data diri Anda, dan tim konsultan kami akan segera menghubungi Anda.

Memuat formulir...
Hubungi Kami :
WhatsApp
Contact Us