Tidak semua
UMKM membutuhkan sistem
logistik sejak pertama
kali mulai berjualan.
Ketika order
masih sedikit, mencatat
pesanan secara manual
dan membuat pengiriman satu per satu mungkin masih cukup.
Masalahnya, cara tersebut belum
tentu bisa mengikuti pertumbuhan bisnis.
Ketika order,
produk, dan customer
mulai bertambah, proses
logistik bisa menjadi
semakin sulit dikontrol.
Lalu, kapan
sebenarnya UMKM mulai membutuhkan sistem logistik?
1. Order Mulai Banyak
dan Sulit Dicatat
Manual
Kalau
setiap hari tim harus mengecek satu per satu order, alamat, produk, dan status
pengiriman, berarti proses
operasional sudah mulai
membutuhkan struktur yang lebih baik.
Semakin banyak
order, semakin besar
pula kemungkinan ada data yang terlewat atau salah
input.
Sistem logistik
dapat membantu memusatkan proses tersebut sehingga
tim tidak harus mengelola semuanya secara manual.
2. Menggunakan Lebih dari Satu Kurir
Awalnya mungkin
bisnis hanya menggunakan satu ekspedisi.
Namun ketika
volume pengiriman meningkat, bisnis bisa mulai
menggunakan beberapa kurir untuk mendapatkan pilihan harga,
layanan, dan coverage yang lebih sesuai.
Masalahnya, mengelola banyak kurir dari platform yang berbeda dapat
membuat pekerjaan semakin
rumit.
Di tahap ini, logistics aggregator dapat membantu bisnis mengelola beberapa
pilihan kurir dari satu platform.
3. Tim Mulai Kesulitan Melacak Status Pengiriman
Customer bertanya:
“Pesanan saya sudah sampai
mana?”
Tim kemudian
harus membuka platform
kurir satu per satu untuk
mencari status paket. Kalau jumlah order masih sedikit,
mungkin tidak terlalu masalah.
Tetapi ketika
jumlah pengiriman sudah
mencapai ratusan, proses
tersebut bisa menyita
banyak waktu.
Sistem logistik
membantu memusatkan informasi pengiriman sehingga monitoring menjadi lebih mudah.
4. Biaya Pengiriman Mulai Sulit Dikontrol
Ongkir merupakan salah satu bagian
penting dalam biaya operasional bisnis.
Ketika jumlah
pengiriman meningkat, bisnis
perlu mengetahui berapa
biaya yang dikeluarkan, kurir mana yang digunakan,
dan apakah ada pilihan pengiriman yang lebih efisien.
Data tersebut
dapat membantu UMKM mengambil keputusan berdasarkan pola pengiriman, bukan sekadar perkiraan.
5. Bisnis Mulai Kehilangan Waktu untuk Pekerjaan Manual
Ini
mungkin tanda yang paling mudah dilihat. Kalau
tim menghabiskan banyak
waktu untuk:
●
input order,
●
membuat resi,
●
mengecek ongkir,
●
memantau paket,
●
memindahkan data,
●
dan menjawab pertanyaan status
pengiriman,
mungkin masalahnya bukan lagi jumlah
pekerjaan, tetapi prosesnya yang belum terdigitalisasi.
Apakah Semua UMKM Harus Menggunakan Sistem Logistik?
Tidak.
Yang
lebih penting adalah melihat kompleksitas operasional, bukan sekadar ukuran bisnis. UMKM dengan order yang masih sedikit mungkin
belum membutuhkan sistem yang kompleks.
Namun
ketika order bertambah, menggunakan banyak kurir, memiliki banyak channel
penjualan, dan mulai membutuhkan monitoring yang lebih terstruktur, sistem logistik dapat membantu bisnis mengelola
pertumbuhan tanpa menambah pekerjaan manual secara berlebihan.
Linknau membantu
UMKM dan bisnis
mengelola proses pengiriman melalui satu platform, mulai dari membandingkan pilihan kurir, membuat order
pengiriman, hingga memantau status paket. Dengan begitu, bisnis bisa fokus
meningkatkan penjualan tanpa membuat operasional logistik ikut semakin rumit.
