Pabrik modern tidak hanya membutuhkan mesin yang bekerja
cepat. Perusahaan juga perlu
mengetahui apa yang sedang terjadi di lantai produksi secara real-time.
Berapa banyak produk yang sudah dibuat?
Mesin mana yang sedang berhenti?
Apakah produksi sesuai target? Apakah ada masalah kualitas?
Ketika pertanyaan tersebut masih harus
dijawab dengan spreadsheet atau pencatatan manual, visibility terhadap proses
produksi bisa menjadi terbatas.
Di sinilah
Manufacturing Execution System (MES) berperan.
Apa Itu Manufacturing Execution System?
Manufacturing Execution System atau MES adalah sistem yang digunakan untuk
memantau, mengendalikan, dan mengelola aktivitas produksi di lantai
pabrik.
MES menghubungkan data dari proses
produksi dengan sistem
bisnis sehingga perusahaan dapat memiliki informasi yang
lebih jelas mengenai apa yang terjadi di shop floor.
Dengan begitu,
keputusan tidak hanya
berdasarkan laporan yang dibuat setelah
produksi selesai, tetapi juga berdasarkan data operasional yang lebih
aktual.
Apa Saja Fungsi MES?
1. Memantau Produksi
MES membantu
perusahaan melihat progress
produksi dibandingkan dengan
target yang telah ditentukan.
2. Mengelola Work Order
Work order
dapat dikelola dan dipantau berdasarkan status produksinya sehingga
tim mengetahui pekerjaan mana yang sedang berjalan atau sudah selesai.
3. Monitoring Mesin
Data dari mesin dapat digunakan
untuk melihat kondisi
operasional dan mendeteksi downtime.
4. Quality Control
MES dapat membantu mencatat
dan memantau data kualitas selama proses produksi
sehingga masalah dapat lebih cepat diketahui.
5. Production Tracking
Perusahaan dapat
mengetahui perjalanan produk
selama proses produksi, termasuk status dan aktivitas yang sudah dilakukan.
MES vs ERP, Apa Bedanya?
MES dan ERP sering
dianggap sama karena
keduanya digunakan dalam
operasional perusahaan. Padahal fokusnya berbeda.
ERP lebih
banyak digunakan untuk
mengelola proses bisnis
secara keseluruhan, seperti finance, procurement, sales,
inventory, dan planning.
Sementara MES lebih
fokus pada aktivitas
produksi di shop floor.
Keduanya justru dapat saling melengkapi.
ERP menentukan apa yang perlu diproduksi dan mengelola proses bisnisnya, sementara
MES membantu memastikan proses produksinya berjalan sesuai rencana.
Kapan Pabrik
Membutuhkan MES?
MES mulai relevan ketika proses produksi
sudah semakin kompleks. Misalnya:
●
jumlah production line semakin
banyak
●
perusahaan membutuhkan real-time production monitoring
●
pencatatan produksi masih banyak
dilakukan manual
●
downtime sulit dianalisis
●
data produksi tersebar di berbagai sistem
●
perusahaan membutuhkan traceability yang lebih baik
Digitalisasi produksi
tidak harus langsung
dimulai dengan sistem yang kompleks.
Yang penting adalah perusahaan
memahami proses mana yang paling membutuhkan visibility dan kontrol.
Seiring warehouse dan produksi semakin
terintegrasi, kebutuhan terhadap
data yang terhubung juga semakin besar. Sistem
seperti Linknau WMS dapat membantu
perusahaan mengelola inventory dan aktivitas warehouse secara digital sebagai
bagian dari ekosistem operasional yang lebih terintegrasi.
