Ketika customer
menyelesaikan pembayaran, pekerjaan
bisnis sebenarnya belum selesai.
Data order
harus diteruskan ke proses berikutnya: pengecekan stok, picking,
packing, pembuatan pengiriman, hingga tracking.
Masalah muncul ketika setiap proses tersebut
berjalan di sistem yang berbeda
dan datanya harus dipindahkan
secara manual.
Apa yang Terjadi Jika Data Order
Tidak Terhubung?
Bayangkan sebuah
order masuk melalui
website.
Tim kemudian
harus mengambil data tersebut, memasukkannya kembali ke sistem warehouse,
lalu memasukkan informasi yang sama ke sistem logistik.
Semakin banyak order, semakin
banyak pula proses input yang harus dilakukan. Selain memakan waktu, proses
manual juga meningkatkan risiko human error.
Salah memasukkan alamat, jumlah barang,
nomor order, atau informasi customer
saja bisa menyebabkan proses
fulfillment terganggu.
Kenapa Data Order Perlu Terhubung
dengan Sistem Logistik?
1. Mengurangi Input Data Berulang
Jika data order dapat diteruskan langsung
ke sistem berikutnya, tim tidak perlu memasukkan
informasi yang sama berkali-kali.
Ini membuat
proses operasional menjadi
lebih cepat sekaligus mengurangi pekerjaan
administratif.
2. Mempercepat Proses Fulfillment
Order yang sudah masuk bisa langsung
diteruskan ke proses fulfillment tanpa menunggu tim melakukan input manual.
Untuk bisnis
dengan ratusan hingga
ribuan order, perbedaan beberapa menit pada satu order bisa menjadi perbedaan yang cukup
besar secara keseluruhan.
3. Mengurangi Risiko Kesalahan
Semakin banyak
data yang dipindahkan secara manual, semakin
besar peluang terjadinya kesalahan.
Dengan integrasi sistem logistik, data dapat mengalir dari satu sistem ke sistem lainnya
dengan proses yang lebih terstruktur.
4. Membuat Data Lebih
Konsisten
Website, warehouse, dan sistem logistik
seharusnya tidak bekerja
dengan informasi yang berbeda.
Ketika sistem saling terhubung, perubahan data dapat diteruskan ke proses terkait
sehingga tim memiliki
informasi yang lebih konsisten.
5. Lebih Mudah Scale
Up
Proses manual mungkin masih bisa berjalan
ketika order hanya puluhan per hari.
Namun ketika
bisnis berkembang menjadi
ratusan atau ribuan
order, cara kerja
yang sama bisa menjadi bottleneck.
Karena itu, integrasi logistik
semakin penting ketika volume transaksi
mulai meningkat dan proses bisnis menjadi lebih kompleks.
Bagaimana Open API Membantu?
Salah satu cara menghubungkan berbagai sistem adalah
menggunakan Open API.
API memungkinkan aplikasi yang berbeda
untuk saling bertukar
data berdasarkan aturan
yang sudah ditentukan.
Dalam
operasional bisnis, misalnya, data order dari website atau sistem lain dapat
diintegrasikan dengan sistem
logistik sehingga informasi tidak perlu selalu
dipindahkan secara manual.
Hasilnya, proses antara order → fulfillment → shipping dapat berjalan
lebih terhubung.
Untuk
bisnis yang sudah memiliki beberapa sistem dan ingin menghubungkannya dengan
proses logistik, Linknau Open API dapat digunakan
untuk membangun integrasi
antara sistem bisnis dengan
layanan logistik.
Karena ketika order semakin
banyak, yang dibutuhkan bukan hanya lebih banyak tenaga untuk
melakukan input, tetapi sistem yang mampu membuat data bergerak lebih
cepat dari satu proses ke proses berikutnya.
