Forklift sudah lama menjadi
bagian penting dari operasional warehouse.
Tetapi bagaimana jika forklift tersebut
bisa bergerak dan memindahkan pallet
tanpa harus dikendalikan
operator secara langsung?
Konsep tersebut
hadir melalui Automated Guided
Forklift (AGF).
Apa Itu Automated Guided Forklift?
Automated Guided
Forklift adalah forklift
yang dilengkapi sistem
automation dan navigasi sehingga dapat melakukan
aktivitas pemindahan material secara otomatis.
Teknologi ini merupakan bagian
dari warehouse automation dan material handling.
Berbeda dari
forklift konvensional, automated forklift dapat menjalankan tugas tertentu
berdasarkan instruksi sistem tanpa operator
harus mengemudikannya sepanjang
proses.
Bagaimana Forklift
Tanpa Operator Bekerja?
Secara sederhana, prosesnya dapat melibatkan beberapa tahap:
1. Sistem menerima tugas
Forklift menerima instruksi
untuk mengambil atau memindahkan pallet.
2. Menentukan lokasi
Sistem navigasi membantu
forklift menentukan jalur
menuju lokasi tujuan.
3. Mengambil material
Forklift
memposisikan dirinya di area yang ditentukan dan mengambil pallet.
4. Memindahkan pallet
Material
dibawa menuju lokasi
tujuan secara otomatis.
5. Meletakkan material
Setelah sampai, forklift
menempatkan pallet sesuai
instruksi.
Seluruh proses
tersebut dapat terhubung dengan software warehouse sehingga aktivitas fisik dan data inventory dapat berjalan
lebih terkoordinasi.
Apa Keuntungan Automated Guided Forklift?
Mengurangi pekerjaan
manual
Operator tidak perlu melakukan seluruh aktivitas transportasi material secara manual.
Meningkatkan konsistensi
Forklift dapat menjalankan tugas berulang berdasarkan instruksi sistem.
Meningkatkan safety
Automation dapat
membantu mengurangi aktivitas manusia pada area atau pekerjaan tertentu yang memiliki risiko operasional.
Mengoptimalkan tenaga kerja
Operator dapat
dialihkan ke pekerjaan yang membutuhkan pengawasan atau pengambilan keputusan.
Apakah Semua Warehouse
Membutuhkan AGF?
Belum tentu.
Automated forklift
lebih masuk akal untuk warehouse
dengan aktivitas pemindahan pallet yang tinggi,
jalur yang relatif terstruktur, dan kebutuhan automation yang sudah jelas.
Jika volume aktivitas masih rendah, forklift
konvensional mungkin masih menjadi pilihan
yang lebih efisien.
Karena itu, sebelum melakukan automation, perusahaan perlu
melihat berapa banyak waktu dan biaya yang sebenarnya digunakan
untuk material handling.
Automation seharusnya menyelesaikan masalah operasional, bukan sekadar menambah teknologi.
Agar
automated forklift dapat bekerja dengan data warehouse yang terstruktur,
perusahaan juga membutuhkan sistem
yang mengetahui inventory, lokasi, dan aktivitas barang. Linknau WMS membantu bisnis mengelola
inventory dan proses warehouse secara digital sehingga menjadi fondasi untuk
pengembangan automation berikutnya.
