Semakin banyak order, semakin
banyak juga pekerjaan
yang harus dilakukan
sebelum paket sampai ke
customer.
Cek order. Pilih kurir. Cek ongkir.
Input alamat. Buat resi. Cetak label. Update status. Cek tracking.
Kalau semuanya
dilakukan satu per satu, proses pengiriman bisa menjadi bottleneck ketika volume order meningkat.
Di sinilah
shipping automation dapat membantu.
Apa Itu Shipping
Automation?
Shipping automation adalah
penggunaan software dan integrasi sistem untuk
mengotomatisasi berbagai proses dalam aktivitas pengiriman.
Tujuannya bukan hanya membuat
pengiriman lebih cepat, tetapi juga mengurangi pekerjaan manual dan risiko human error.
Proses Pengiriman yang Bisa Diotomatisasi
1. Order Processing
Order dari berbagai channel
dapat dikumpulkan dan diproses melalui
satu sistem sehingga
tim tidak perlu memindahkan data secara manual berulang kali.
2. Shipping Rate Calculation
Sistem dapat membantu menghitung atau membandingkan pilihan
biaya pengiriman berdasarkan
data order.
3. Pemilihan Kurir
Bisnis yang menggunakan beberapa
ekspedisi dapat menentukan pilihan pengiriman
berdasarkan area, layanan, harga, atau kebutuhan lainnya.
4. Pembuatan Resi
Data order dapat digunakan
untuk membantu proses pembuatan shipping
label dan resi tanpa
input ulang.
5. Tracking
Status pengiriman dapat dipantau dari satu sistem tanpa harus mengecek setiap kurir secara terpisah.
6. Order Update
Status order dapat diperbarui berdasarkan perkembangan proses pengiriman sehingga customer service dan tim
operasional memiliki informasi yang lebih konsisten.
7. Integrasi dengan Sistem
Lain
Shipping automation dapat dihubungkan dengan website, marketplace, ERP, WMS, atau sistem
bisnis lainnya menggunakan API.
Shipping Automation Bukan Hanya untuk Bisnis Besar
Banyak bisnis
mulai memikirkan automation ketika order sudah
mencapai ribuan. Padahal,
masalahnya sering kali bukan hanya jumlah order.
Misalnya sebuah
bisnis hanya memiliki
ratusan order per hari tetapi
menggunakan beberapa channel
penjualan dan beberapa ekspedisi. Jika data masih dipindahkan secara manual,
kompleksitasnya tetap tinggi.
Karena itu, indikator kebutuhan automation bukan hanya
“berapa banyak order?”
Pertanyaan
yang lebih penting
adalah:
“Berapa banyak
proses manual yang harus dilakukan
untuk menyelesaikan satu order?”
Shipping Automation dan Open API
Open API dapat menjadi
salah satu komponen
penting dalam shipping
automation.
Dengan API, sistem bisnis dapat terhubung dengan sistem logistik
sehingga data tidak harus
terus-menerus dipindahkan secara manual.
Misalnya:
Website → Order → Sistem Logistik
→ Kurir → Tracking
Ketika sistem-sistem tersebut terhubung, proses
dapat berjalan lebih otomatis dan data dapat mengalir antarplatform.
Bagi bisnis dengan volume order yang terus bertumbuh, otomatisasi seperti ini dapat membantu tim fokus pada operasional yang
lebih penting daripada pekerjaan input data berulang.
Linknau menyediakan ekosistem solusi logistik yang dapat membantu bisnis
mengelola pengiriman multi-kurir sekaligus menghubungkan kebutuhan integrasi
melalui Open API. Dengan shipping automation, bisnis dapat mengurangi kompleksitas proses pengiriman tanpa harus menambah pekerjaan manual seiring bertambahnya
order.
