Warehouse Slotting: Cara Menentukan Lokasi Barang agar Picking Lebih Cepat

October 20, 2026
Warehouse slotting untuk optimasi lokasi penyimpanan barang dan meningkatkan efisiensi picking di gudang.

Dalam operasional gudang, waktu yang dibutuhkan untuk mengambil barang tidak hanya ditentukan oleh kecepatan pekerja. Lokasi penyimpanan, jarak antarrak, dan cara barang dikelompokkan juga memengaruhi seberapa cepat pesanan dapat diselesaikan.


Ketika barang yang paling sering dipesan justru ditempatkan jauh dari area pengemasan, pekerja harus menempuh jarak lebih panjang untuk menyelesaikan setiap pesanan. Jika kondisi ini terjadi berulang kali, waktu picking dapat meningkat dan produktivitas gudang menjadi kurang optimal.

Salah satu pendekatan untuk mengatasi masalah tersebut adalah warehouse slotting, yaitu strategi menentukan lokasi penyimpanan barang berdasarkan karakteristik produk dan kebutuhan operasional.

 

Apa Itu Warehouse Slotting?

Warehouse slotting adalah proses menentukan lokasi paling sesuai untuk setiap produk atau Stock Keeping Unit (SKU) di dalam gudang. Penempatannya mempertimbangkan faktor seperti frekuensi pengambilan, ukuran barang, berat, pola permintaan, serta hubungan antarproduk dalam pesanan.

Tujuannya bukan sekadar membuat gudang terlihat rapi, melainkan menempatkan barang agar dapat ditemukan dan diambil dengan lebih efisien.

Sebagai contoh, produk yang sering dipesan dapat ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau dan dekat dengan area packing. Sebaliknya, barang dengan permintaan rendah dapat ditempatkan di area penyimpanan yang tidak terlalu sering dilalui pekerja.

Strategi ini membantu mengurangi perjalanan yang tidak perlu sekaligus membuat alur kerja picking lebih terstruktur.

 

Mengapa Warehouse Slotting Memengaruhi Picking Efficiency?

Picking merupakan proses mengambil barang dari lokasi penyimpanan untuk memenuhi pesanan. Dalam gudang dengan banyak SKU, proses ini dapat menyita waktu karena pekerja perlu berpindah lokasi, memeriksa kode produk, dan memastikan jumlah barang sesuai.

Warehouse slotting dapat meningkatkan picking efficiency melalui beberapa cara.

 

1.  Mengurangi jarak perjalanan pekerja

Barang dengan tingkat permintaan tinggi dapat ditempatkan di area yang mudah diakses. Dengan begitu, pekerja tidak perlu berjalan terlalu jauh untuk mengambil produk yang sama berulang kali.

Pengurangan jarak perjalanan menjadi semakin penting ketika gudang menangani banyak pesanan dalam satu shift.

 

2.  Mempercepat pencarian barang


Lokasi penyimpanan yang terstruktur membantu pekerja menemukan produk dengan lebih mudah. Setiap SKU memiliki lokasi yang jelas sehingga waktu yang dihabiskan untuk mencari barang dapat dikurangi.

 

3.  Mengurangi kesalahan pengambilan

Penempatan yang konsisten, didukung label lokasi dan identifikasi SKU yang jelas, membantu mengurangi risiko pekerja mengambil produk yang salah.

Namun, slotting saja tidak otomatis menghilangkan kesalahan. Akurasi tetap perlu didukung oleh prosedur verifikasi, barcode scanning, dan pencatatan inventaris yang baik.

 

4.  Memaksimalkan penggunaan ruang gudang

Slotting juga mempertimbangkan ukuran, berat, dan karakteristik barang. Produk besar, berat, atau memerlukan penanganan khusus perlu ditempatkan di lokasi yang sesuai dengan kapasitas rak serta ketentuan keselamatan.

Dengan penataan yang tepat, kapasitas gudang dapat digunakan secara lebih efektif tanpa mengorbankan aksesibilitas barang.

 

Cara Melakukan Inventory Slotting di Gudang

Agar strategi slotting memberikan manfaat nyata, perusahaan perlu menggunakan data operasional sebagai dasar penentuan lokasi.

 

1.  Analisis data permintaan dan frekuensi picking

Identifikasi SKU yang paling sering diambil, jumlah permintaan per periode, dan produk yang kerap muncul dalam pesanan yang sama.

Produk dengan frekuensi picking tinggi biasanya perlu mendapat prioritas penempatan di lokasi yang mudah dijangkau.

 

2.  Kelompokkan barang berdasarkan karakteristiknya

Selain frekuensi permintaan, pertimbangkan ukuran, berat, dimensi, risiko kerusakan, serta kebutuhan penyimpanan khusus.

Barang yang sering dipesan bersama juga dapat ditempatkan dengan mempertimbangkan alur picking, selama tidak mengganggu aturan penyimpanan dan keselamatan.

 

3.  Tentukan lokasi berdasarkan prioritas


Tidak semua barang harus berada di area terdekat dengan packing. Lokasi perlu disesuaikan dengan kombinasi frekuensi pengambilan, kebutuhan ruang, dan pola pergerakan barang.

Sebagai contoh, produk berukuran kecil dengan permintaan tinggi dapat ditempatkan di area picking yang mudah dijangkau, sedangkan produk berukuran besar membutuhkan lokasi yang sesuai dengan alat material handling.

 

4.  Pantau hasil dan lakukan penyesuaian

Pola permintaan dapat berubah karena musim, promosi, tren pasar, atau perubahan portofolio produk. Oleh karena itu, slotting tidak sebaiknya dilakukan sekali lalu dibiarkan tanpa evaluasi.

Perusahaan dapat meninjau ulang penempatan barang berdasarkan perubahan frekuensi picking dan indikator kinerja gudang.

 

Bagaimana WMS Membantu Warehouse Slotting?

Melakukan slotting secara manual dapat menjadi rumit ketika gudang memiliki ribuan SKU, banyak lokasi penyimpanan, dan volume transaksi yang terus berubah.

Warehouse Management System (WMS) membantu menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan penempatan barang. Bergantung pada fitur sistem yang digunakan, perusahaan dapat memanfaatkan data lokasi inventaris, riwayat pergerakan barang, frekuensi transaksi, dan aktivitas picking.

Integrasi data tersebut membantu tim gudang memahami produk mana yang paling sering bergerak dan area mana yang membutuhkan evaluasi.

WMS juga dapat membantu memastikan lokasi barang tercatat secara konsisten, sehingga pekerja dapat mengikuti informasi lokasi yang tersedia dalam sistem. Untuk penerapan slotting yang lebih dinamis, perusahaan perlu memastikan bahwa sistemnya mendukung analisis dan rekomendasi penempatan sesuai kebutuhan operasional.

 

Indikator untuk Mengevaluasi Keberhasilan Slotting

Setelah perubahan lokasi barang diterapkan, perusahaan perlu membandingkan kinerja sebelum dan sesudahnya. Beberapa indikator yang dapat dipantau meliputi:

●     Picking time: waktu rata-rata yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pengambilan.

●     Picks per hour: jumlah aktivitas pengambilan yang diselesaikan dalam satu jam.

●     Picking accuracy: persentase pengambilan barang yang sesuai dengan pesanan.

●     Travel distance: jarak perjalanan pekerja selama picking.


●     Order fulfillment time: waktu yang dibutuhkan untuk memproses pesanan hingga siap dikirim.

Gunakan periode pengukuran dan kondisi operasional yang sebanding agar hasil evaluasi tidak dipengaruhi oleh perubahan volume pesanan atau jumlah pekerja.

 

Optimalkan Operasional Gudang dengan Sistem yang Tepat

Warehouse slotting membantu perusahaan menempatkan barang berdasarkan kebutuhan operasional, bukan hanya ketersediaan ruang. Dengan data yang akurat dan evaluasi berkala, perusahaan dapat mengurangi waktu pencarian, memperbaiki alur picking, serta meningkatkan pemanfaatan ruang gudang.

Untuk mendukung strategi tersebut, Linknau menyediakan solusi Warehouse Management System (WMS) yang membantu perusahaan mengelola inventaris, memantau pergerakan barang, dan meningkatkan visibilitas operasional gudang.

Pelajari solusi WMS Linknau untuk mendukung pengelolaan gudang yang lebih terstruktur dan efisien: https://linknau.id/en/product/wms

Jadwalkan Demo

Konsultasikan kebutuhan logistik anda bersama kami

Butuh layanan logistik, management gudang, transportasi produk anda?

Mulai Transformasi Anda

Lengkapi data diri Anda, dan tim konsultan kami akan segera menghubungi Anda.

Memuat formulir...
Hubungi Kami :
WhatsApp
Contact Us